Tanda baca berfungsi sebagai alat untuk mengawali, memenggal, dan mengakhiri kalimat. Dalam penulisan jawa, tanda baca harus digunakan sesuai pada fungsi dan kedudukannya. Bentuk tanda nama, dan fungsi pada tabel berikut :
Dari buku yang dikarang oleh Bp. Slamet Riyadi, penerbit Yayasan Nusantara Yogyakarta yang membahas mengenai sejarah penemuan Aksara Jawa. Pada jaman dahulu ada seorang pemuda yang bernama Aji Saka dengan di temani kedua pengawalnya Dora dan Sembada. Singkat cerita, Aji Saka melakukan pengembaraan dan singgah di Pulau Majeti, lalu Aji Saka dan Dora meninggalkan Pulau Majeti dan Aji Saka memerintahkan Sembada Untuk tetap tinggal di Pulau, dia di perintahkan untuk menjaga pusaka. Aji Saka berpesan kepada sembada bahwa Sembada tidak boleh menyerahkan pusaka tersebut kecuali kepada Aji Saka sendiri. Setelah sekian lama mengembara Aji Saka menetap di suatu tempat dan memerintahkan Dora untuk mengambil pusaka yang di jaga Sembada. Karena ingat perintah Aji Saka Sembada tidak memberikan pusaka tersebut. Akhirnya terjadi pertarungan yang hebat karena seimbang dan keduanya akhirnya mati. Mengetahui hal itu Aji Saka menyesali karena kecerobohannya sendiri, lalu mengisahkan dengan seb...
cuma gitu ajah :o
BalasHapus