Bahasa Huruf dan Angka Jawa
Bahasa Huruf dan Angka Jawa
Pengertian Bahasa Jawa
Berikut adalah link yang berisi website komplit untuk
Pembelajaran Penulisan Huruf Jawa
Bahasa jawa adalah bahasa yang sebagian besar digunakan oleh masyarakat yang lahir atau tinggal di Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Jawa Timur. Bahasa jawa memiliki tingkatan yang berbeda-beda penggunaanya tergantung dengan lawan bicaranya, misalnya seorang anak muda terhadap yang lebih tua dengan menggunakan bahasa karma inggil, dan seterusnya keatas.
Selain pada percakapan sehari-hari bahasa jawa juga digunakan pada acara-arara tertentu, misalnya acara keagamaan, pernikahan, ataupun rembug warga. Bahasa jawa memiliki penulisan dengan huruf yang berbeda yaitu huruf jawa. Huruf jawa adalah huruf yang terdiri dari 20 (dua puluh) huruf, dengan teknik penulisan yang berbeda dengan huruf-huruf lainnya.
Sejarah Aksara Jawa
Dari buku yang dikarang oleh Bp. Slamet Riyadi, penerbit Yayasan Nusantara Yogyakarta yang membahas mengenai sejarah penemuan Aksara Jawa. Pada jaman dahulu ada seorang pemuda yang bernama Aji Saka dengan di temani kedua pengawalnya Dora dan Sembada. Singkat cerita, Aji Saka melakukan pengembaraan dan singgah di Pulau Majeti, lalu Aji Saka dan Dora meninggalkan Pulau Majeti dan Aji Saka memerintahkan Sembada Untuk tetap tinggal di Pulau, dia di perintahkan untuk menjaga pusaka. Aji Saka berpesan kepada sembada bahwa Sembada tidak boleh menyerahkan pusaka tersebut kecuali kepada Aji Saka sendiri.
Setelah sekian lama mengembara Aji Saka menetap di suatu tempat dan memerintahkan Dora untuk mengambil pusaka yang di jaga Sembada. Karena ingat perintah Aji Saka Sembada tidak memberikan pusaka tersebut. Akhirnya terjadi pertarungan yang hebat karena seimbang dan keduanya akhirnya mati. Mengetahui hal itu Aji Saka menyesali karena kecerobohannya sendiri, lalu mengisahkan dengan sebuah tulisan. Sebegai berikut :
HA NA CA RA KA (ana caraka) ada utusan
DA TA SA WA LA (padha suwalo) saling bertengkar
PA DHA JA YA NYA (padha saktine) sama-sama sakti
MA GA BA THA NGA (padha dadi bathang) pada mati semua
Kedua puluh huruf tersebut akhirnya di tetapkan sebagai Aksara Jawa. Huruf jawa digunakan sebagai alat komunikasi (surat) di dalam kerajaan dan masyarakat umum di daerah Pulau Jawa. Penggunaan aksara jawa masih berjalan sebelum terbentuknya huruf Indonesia. Saat ini penggunaan aksara jawa sudah jarang ditemui, tetapi di keraton atau daerah Solo dan DIY Yogyakarta sampai saat ini masih ada penggunaanya.
Di dalam penulisan dengan huruf jawa harus mengikuti aturan-aturan yang ada pada aksara jawa. Penulisannya antara lain terdapat : huruf jawa, sandangan dan pasangan, angka jawa, aksara rekan, aksara swara, dan tanda baca. Aksara dan Angka Jawa
Gambar : 2.1 Aangka dan huruf Jawa.
Tulisan Jawa
Tulisan jawa 1 huruf (ha) minimal bermakna 2 huruf dalam tulisan Indonesia (ha), dan jika huruf jawa sudah beserta sandangan atau bantuan tulisnya 1 huruf tulisan jawa (ngang) bisa menjadi 5 huruf tulisan Indonesia (ngang). Untuk mengawali penulisan aksara jawa harus mengunakan tanda awalan penulisan (adeg-adeg). Keterangan pada Tabel 2.2. Tanda baca huruf jawa.
Aksara jawa memiliki perbedaan ejaan atau pengucapan dan tulisan. Misalnya aksara HE dan HE'. Misalnya HE untuk menulis Emas dan HE' untuk menuliskan HEbat. Contoh pada gambar 2.2 perbedaan bentuk dan pengucapan huruf, sebagai berikut : Gambar : 2.2 Perbedaan bentuk dan pengucapan huruf.
Aksara jawa berjumlah sebanyak 20 huruf, dan mempunyai perbedaan pada ejaannya. Dan tentunya dalam penulisan harus mencocokkan antara pengucapan huruf Indonesia ke pengucapan aksara jawa, pada 26 abjad huruf Indonesia akan di cocokkan ke dalam 20 huruf jawa, pada Tabel 2.1. Berikut adalah pengelompokan Huruf Indonesia ke Jawa :
Tabel 2.1 Pengelompokan Huruf Indonesia ke Jawa
Penulisan aksara jawa memerlukan ketelitian dan keterampilan. Huruf jawa memiliki bentuk yang unik, sehingga diperlukan daya ingat yang baik agar dapat menulis dan membaca dengan lancar tanpa harus melihat aksara panduannya.
Continue..

Rahayu
BalasHapusTerimaksih ifo link nya mas, saya sangat tertarik dengan ini.
Ijin liat postingan yg lainya ya mas
Rahayu
Thanks atas kunjungannya semoga bermanfaat, terus lestarikan budaya kita
HapusItu salah cara penulisannya, mohon njenengan koreksi
BalasHapus