Cathinone Narkotik
Sihijau penghasil narkotika
Kalimat tersebut yang tertulis pada bagian ILMU pada koran Tempo edisi Jumat, 8 Februari 2013. Baru-baru ini aktor Indonesia Raffi Ahmad yang sedang populer kini sedang terganjal kasus narkotika. BNN mengatakan narkotika yang dikonsumsi Raffi Ahmad merupakan jenis baru.
Berikut adalah beberapa tanaman yang dianggap mengandung narkotika.
1. Tanaman Khat atau Chata Edulis.
Tanaman Khat atau Chata Edulis, Warga Pasir Tugu Selatan, Bogor, Jawa Barat, dan warga telah menanam taman tersebut sejak tahun 2005. Selain di Bogor tanaman ini juga ditanam di desa Desa Karang Salam, Kec. Batu Raden, Banyu Mas, Jawa Tengah, pada lading seluas 2.100 m persegi.
Alasan warga menanam tanaman ini karena dianggap Kat sebagai tanaman obat. Katinona (cathinone), berasal dari Semenanjung Arab dan Afrika, disana Khat hanya tanaman semak yang sering digunakan sebagai makanan lalap.
Tanaman lalap tersebut terbukti mengandung Khat (catinone), zat narkotika golongan 1, yang tercantum dalam undang-undang narkotika.
Kata BNN, Sumirat, Dwiyanto, Khat bisa dimakan pada pucuk daunnya dengan cara dikunyah, dan juga sebagai lalapan. Khat dianggap sebagai obat kuat, Khat mengadung katinona yang bersifat stimulant. Efek yang ditimbulkan sama dengan narkotika jenis sabu dan ekstasi. Akibat dari mengkonsumsi katinone secara berlebihan dapat menyebabkan euphoria, halusinasi, kecanduan, kerusakan susunan saraf, dan kematian.
Para petani mengangap tanaman tersebut sebagai obat, tetapi mereka tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi tubuh.
2. Tanaman Ganja (genus cannabis)
Tanaman ini merupakan narkotika jenis lama yang sudah ada di Indonesia. Tanaman ini bukanlah spesies asli asal Indonesia. Batang ganja mengadung serat yang kuat sebagai bahan tekstil. Daun dang bunganya menghasilkan senyawa tetrahydrocannabinol(THT) yang memabukkan, bijinya digunakan sebagai makanan burung dan sumber minyak nabati. Mariyuana adalah produk terkenal tanaman ganja.
Campuran daun, biji, dan batang ganja yang dikeringkan dikonsumsi dengan cara dilinting, dibakar, diisap asapnya, seperti tembakau yang dijadikan rokok. Senyawa THT mariyuana memberikan efek psikoaktif yang membuat pemakainya “melayang” (fly).
Tanaman asli Eurasia ini banyak ditanam dikawasan Amerika Utara, Meksiko, USA, dan Asia. Sumirat mengatakan ganja tumbuh setidaknya di 172 negara, termasuk di Indonesia. Ganja yang tumbuh di Aceh termasuk jenis yang memiliki kandungan THT tinggi. Cukup tinggi dibanding ganja Maroko dan ganja Filipina. Minyak ganja juga berbahaya karena juga mengandung THT.
3. Opiumpoppy
Opiumpoppy (Paver somniferum) adalah tanaman berbunga yang dapat tumbuh hingga 2 m. Spesies dengan bunga berwarna putih, merah, atau ungu kebiruan, merah muda. Tanaman ini diyakini tumbuh di wilayah Mediterania sejak 5.000 SM. Kini tanaman ini banyak ditemukan tumbuh di dataran tinggi Asia Tenggara(Thailand, Laos, dan Myanmar), Asia Barat Daya (Afganistandan Pakistan), Meksiko dan Kolombia.
Biji oppium piumpoppy mengandung getah putih yang yang disebut opium atau candu. Opium ini kemudian diolah menjadi narkotik. Morfin, salah satu ekstrak opium, awalnya digunakan sebagai penghilang rasa sakit sakit yang efektif. Lalu ada kokain yang tidak kalah adiktif dengan heroin.
Kokain berasal dari daun tanaman koka (Family Erythroxylaceae) yang tumbuh di Bolivia, Peru, dan Kolombia. Kokain merupakan pestisida alami yang berfungsi meracunisistem saraf serangga yang kerap memakan daun dan batang tanaman koka. Manusia mengeringkan daun atau langsung mengunyah yang menimbulkan efek stimulan.
Komentar
Posting Komentar